Jumat, 17 Juni 2011

17 Juni 2011

dulu kau memastikanku mencintaimu,
kau pergi sebelum memastikanku mencintai selainmu.
bagaimana bila aku tak mau?!

dalam waktu, masing-masing kita berubah,
sudah berada di langit mana kau kini?!
aku menenggadah, kau tak kutemui.

dan mencintaimu menjadi hal yang salah karena tak lagi kau mau.
maka setiap kata menjadi celah kesalahanku.

tunjukkan, apa yang tidak aku tau?!
katakan, apa saja yang sudah kau temu?!
sejak kau pergi,
aku tetap melangkah meski menyeret langkahku.

Rabu, 15 Juni 2011

15 Juni 2011

Lihatlah, kau pasang pagar duri, aku akan tertusuk dan berjalan lagi.
Kau pasang pagar tinggi, aku akan naik, jatuh dan berdiri lagi.

Kau kirimkan ksatria berbelati, aku akan terluka dan sembuh lagi.
Kau datang sendiri dengan senjata api, aku akan mati dan hidup lagi.

Larilah, bersembunyilah, aku bayanganmu
yang meski sampai begitu dekat denganmu
hanya akan mampu tersenyum padamu.

Diamlah, maka tak ada yang akan kulakukan.
Tapi lihatlah, aku mengikuti.


Selasa, 07 Juni 2011

7 Juni 2011

Bila memang bukan bagianku untuk bertemu dan kembali menatap wajahmu, biarkan aku merasakan rindu yang datang hampir selalu. Ijinkan aku tak lupa sesaatpun akan senyum dan tawamu yang mampu mengembangkan hati dan menyemangatiku. Ijinkan aku tak lupa sesaatpun akan kita, akan saat-saat bersama yang entah bagaimanapun saat itu aku lebih merasa bahagia.

Bila rindu sudah terlalu, ijinkan kunikmati rasa sedih yang datang tiba-tiba, biarkan kurasakan selama mataku hanya mampu terjaga. Ijinkan aku tersenyum-senyum sendiri bila malam menjadi terlalu sepi dan bayanganmu menemani. Setelah itu ijinkan kubasahi kedua mataku sesekali, hingga kutemukan cara lain menikmati sedih yang tiba-tiba datang berulangkali.

Jumat, 03 Juni 2011

3 Juni 2011

Lupakan bahwa kita pernah berpisah..
Lupakan bahwa kita pernah saling mengucap maaf,
hingga akhirnya diam mengecup masing-masing kita..

Katakanlah, kita hanya sebatas merindukan masa kecil..
Katakanlah, kita hanya sekedar bermain petak umpet,
kau ingat permainan itu?!

Saat satu bersembunyi namun berharap ditemukan,
dan satu yang lain mencari berusaha menemukan,
kau ingat permainan itu?!

Hanya saja, dalam permainan kali ini kita tak pernah cukup yakin,
akan siapa yang kini mendapat giliran bersembunyi atau mencari.

Katakanlah saja seperti itu, kekasih..

Senin, 18 April 2011

Andai Waktu

Andai hari saat terakhirkali kau mencintaiku dapat berulang berkali-kali, tanpa henti. Hari yang aku tak tau kapan itu terjadi. Aku tak keberatan cintamu padaku berakhir berkali-kali.

Andai saat kita masih bersama, saling bertatap mata ~saling bercermin senyum, waktu terhenti untuk selamanya. Akan terlihat indah.

Mengapa waktu tak berjalan lebih lambat saat kita bersama, dan berjalan lebih cepat saat kita tak bersama?! Mengapa terasa sebaliknya?!

Andai hari saat terakhirkali kita bertemu dapat berulang berkali-kali, tanpa henti. Apa yang kau rasa padaku saat itu, aku tak peduli.

Bukan kau, sehausnya aku yang bertanya, mengapa aku berulangkali jatuh padamu, kekasih?!

Jumat, 15 April 2011

Setelah Kau Pergi

Dalam kesendirian masing-masing kita saling berkata,
“jadi salahkah aku yang hanya mengikuti apa kata hatiku?!”

Lalu kita sama-sama terhenti pada jawaban yang sudah kita tau sendiri,
yang mampu menyakiti, sampai akhirnya tak dipikirkan lagi.

Lalu entah aku atau kau atau kita, dengan ragu berkata pada diri sendiri,
“patah hatimu itu, kau sendiri yang menyebabkannya”

Lalu kita saling diam, seolah-olah tak lagi ada yang tetap berhubungan.
Sementara tiap saling mengingat, sesak menyeruak dalam dada.

Masihkah kau bertanya mengapa?!

Rabu, 13 April 2011

Bilakah Lupa?!

Ajarkan aku cara mengingatmu tanpa rasa sesak dalam dada, kau bisa?!

Namun bila karena sesuatu kepalaku tak lagi mampu untuk mengingat apapun itu, bagaimana caraku untuk kembali mengingatmu?!
Mungkinkah ada hal yang lebih kuat dari waktu menghapus semua ingatanku akanku, akanmu akan semua kenang hidupku. Bila itu terjadi, bagaimana caraku bahagia?!

Kini aku tak lagi cukup ingat rasanya tersenyum dan tertawa bersamamu. Aku khawatir waktu akan menghapus habis semua rasa itu.
Aku tak tau apakah waktu akan membuatku lupa. Bila waktu mampu membuatku tak mengenal siapa diriku, maka waktu akan mampu membuatku melupakanmu.
Bila kita tak pernah sekalipun bertemu dalam waktu, aku tak akan sekalipun mengingatmu. Dan aku bukan diriku yang kini sangat aku tau.

Aku tak ingin melupakanmu. Malam ini kau membuatku takut, sesuatu membuatku tak lagi mampu mengingat siapa diriku, terlebih lagi dirimu.
Kuharap aku sempat mengatakan padamu bahwa aku mencintaimu. Sebelum aku tak lagi mampu untuk sekedar mengingatmu.